Selamat Datang Dua Puluh Empat
Hallo dua puluh empat. Selamat memasuki ragaku yang sebenarnya tidak aku terima. Selamat menikmati hari-harimu dalam tubuku yang kurus dan tak terurus ini. Aku mencintaimu seperti juga aku mencintai diriku. Semoga kita bisa saling bersikap dewasa, memahami satu sama lain, dan terus bisa saling berjabat tangan. :)
Sudahkah kau ucapakan selamat tinggal pada dua puluh tiga? Ya, salam perpisahan untuk sekedar mengetahui bahwa ia kini telah benar-benar pergi. Kasihan ia, begitu banyak masalah dan keadaan yang terus menghantamnya dulu. Tapi, sudahlah, itu sudah berlalu, kini ia sudah tidak bersama kita. Ia menguap bersama kepedihan sekaligus kegembiraan yang kini menjelma dalam bentuk pengalaman. Kita doakan ia baik-baik saja disana. Segala jerih payah, usaha, kerja keras, kegagalan, kehancuran, serta kebrengsekan akan kita kenang selama 12 bulan mendatang.
Sekarang, kita akan menyambut lagi tantang terberat dari sebuah pencapaian. Jangan pernah lelah untuk terus berjuang bersamaku. Sebab kamu, dua puluh empat, mau tak mau akan menemui lagi rintangan yang mungkin akan menyurutkan nyalimu. Berjanjilah, kamu tetap disini, menemani hingga 12 bulan ke depan. Jika kau merasa harus menyerah, bilang padaku. Aku akan mencambukmu!
Dua puluh empat, sebenarnya aku benar-benar sulit untuk menerimamu disini, ditubuhku. Entah kenapa ketika tiba tepat jam 00.00 kau datang, perasaanku di penuhi rasa aneh yang pada akhirnya mendorong air mataku untuk jatuh perlahan. Aku masih belum bisa menerima kedatanganmu. Kau curang! Aku belum siap! Ada begitu banyak pencapaian yang harus kucapai saat kau datang! Kau mengacaukan rencanaku!
Dua puluh empat, ah! Banyak yang ingin aku sampaikan padamu. Tapi ketika aku mau mulai bicara, kau selalu datang membayangiku, kau seperti mengejek. Meski begitu, ketahuilah, aku akan mencintaimmu penuh, seluruh, sampai nanti kau juga akan bernasib sama dengan dua puluh tiga. Ya, sementara aku, akan memulai lagi dengan si dua puluh lima, yang tentu saja melalui tahap awal perkenalan yang membosankan.
Begini saja dua puluh empat, melihat si dua puluh tiga berlalu tanpa membuahkan apa-apa, bagaimana jika aku menjanjikan beberapa hal padamu? Sebut saja ini perjanjian kecil, antara aku, kamu dan Tuhan saja yang tahu? Hal ini untuk meyakinkanmu agar kamu terus setia padaku. Jika kamu setuju, kedipkan matamu melalui mataku. Oh baiklah.
- Aku akan membuatmu yakin bahwa kau bisa pergi dengan mendapatkan apa yang kau ingin. Jika itu tidak terjadi, kau bisa menusukku dengan apapun yang kau suka.
- Aku akan ada disebelahmu ketika kau terbelit berbagai macam masalah. Jika aku meninggalkanmu dalam keadaan yang buruk, kau bisa memotong tanganku dengan apa pun yang kau suka.
- Aku akan mencoba memberimu solusi ketika kamu tidak bisa lagi berfikir. Jika aku kabur, kau bisa memotong lidahku dengan apa pun yang kau suka.
- Dan terakhir, aku akan bersedia melayanimu sampai aku cukup yakin kau telah puas dengan jasaku. Jika aku tidak memuaskanmu, butakan mataku!
Deal? Kedipkan matamu melalui mataku jika kamu setuju. Oh baiklah.
Dua puluh empat, sekali lagi selamat datang di tubuhku. Salamat menikmati setiap inci bagian dari tubuhku. Selamat bersenang-senang dengan pikiranku. Selamat menjalani hidupmu yang singkat. Aku mencintaimu, penuh, seluruh. Dengan segala kasih, aku benar-benar beruntung kamu sudah memilihku untuk bertumbuh kembang. Sekali lagi, aku mencintaimu.
Selamat datang, dua puluh empat. Semoga kamu betah disini, di tubuhku.
Jogja, 24 Juni 2014.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar